Waktu dan tempat

17 Agustus 1945. Pegangsaan Timur 56, Jakarta.

Dari perundingan menuju pembacaan

Rekonstruksi Sekretariat Negara menempatkan perumusan teks sesudah kepulangan Soekarno dan Hatta dari Rengasdengklok. Pembicaraan berlangsung hingga dini hari di rumah Laksamana Maeda. Sukarni mengusulkan agar kedua tokoh menandatangani atas nama bangsa Indonesia; Sayuti Melik mengetik naskahnya. Rumah Soekarno di Pegangsaan Timur dipilih sebagai tempat pembacaan. Rangkaian ini memperlihatkan bahwa pilihan tempat, bahasa pernyataan, dan kewenangan untuk mewakili bangsa merupakan bagian dari proses politik yang sama.

Konsep tulisan tangan dan naskah ketikan

Konsep tulisan tangan Soekarno memiliki riwayat tersendiri. ANRI menjelaskan bahwa BM Diah menyelamatkan dan menyimpannya setelah konsep itu tidak lagi digunakan untuk pengetikan. Pada 19 Mei 1992, dokumen diserahkan kepada pemerintah, kemudian diteruskan ke ANRI untuk pelestarian. Konsep tersebut membantu pembaca memahami bahwa teks yang dirumuskan, teks yang diketik, dan tindakan pembacaan adalah objek kajian yang berkaitan tetapi berbeda.

Apa yang dapat dibuktikan oleh arsip

Riwayat penyimpanan menjelaskan bagaimana sebuah dokumen sampai ke lembaga arsip. Informasi itu penting ketika menilai keaslian serta konteks sebuah benda sejarah. Konsep tulisan tangan menjadi bukti proses penyusunan, sementara pengetahuan tentang jalannya pembacaan memerlukan sumber peristiwa lainnya. Dalam membaca Proklamasi, perbandingan bentuk dokumen dan riwayat kepemilikannya membantu menghindari anggapan bahwa setiap salinan yang beredar adalah benda fisik yang sama.

Kronologi

  1. 17 Agustus 1945

    Pembacaan pernyataan kemerdekaan.

  2. 19 Mei 1992

    Penyerahan konsep tulisan tangan kepada pemerintah.

Pelaku dan peran

Soekarno

Pembaca dan penandatangan

Mohammad Hatta

Penandatangan

BM Diah

Penyelamat konsep tulisan tangan

Hubungan antarprofil

Sumber dan rujukan

Rujukan institusi

Membuka Catatan Sejarah: Detik-Detik Proklamasi, 17 Agustus 1945

Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia · Bagian perumusan naskah dan Detik-Detik Proklamasi

Asal data dan batas pemeriksaan

Rekonstruksi institusional yang merujuk kesaksian dan historiografi; bukan catatan yang ditulis pada hari peristiwa.

Buka sumber ↗Diakses 2026-10-13. Lisensi penggunaan ulang halaman belum diverifikasi. Dipakai sebagai rujukan fakta dan parafrasa ringkas; teks penuh, terjemahan penuh, foto, dan gambar sumber tidak disalin.
Rujukan institusi

Naskah Konsep Teks Proklamasi Tulisan Tangan Bung Karno akan Hadir pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi

Arsip Nasional Republik Indonesia · Berita 16 Agustus 2020, paragraf riwayat penyimpanan 1945–1992

Asal data dan batas pemeriksaan

Menjelaskan provenance konsep tulisan tangan. Halaman menyatakan konten dilindungi hukum; tidak ada reproduksi manuskrip dalam profil.

Buka sumber ↗Diakses 2026-10-13. Lisensi penggunaan ulang halaman belum diverifikasi. Dipakai sebagai rujukan fakta dan parafrasa ringkas; teks penuh, terjemahan penuh, foto, dan gambar sumber tidak disalin.
Profil awal diperiksa untuk identitas, struktur, dan kesesuaian rujukan. Belum melalui tinjauan ahli eksternal. Baca batas pemeriksaan